Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

image-result-for-wus-kek-1200x1200.jpeg
11/Jul/2019

Related image

Apa itu kekurangan energi kronis (KEK)?

Kekurangan energi kronis (KEK) adalah masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama, hitungan tahun. Kondisi kurang energi kronik (KEK) biasanya terjadi pada wanita usia subur (WUS) yaitu wanita yang berusia 15-45 tahun.

Pada Wanita Usia Subur yang mengalami KEK biasanya memiliki status gizi kurang. Kekurangan energi kronis dapat diukur dengan mengetahui lingkar lengan atas dan indeks massa tubuh seseorang. Wanita Usia Subur yang mempunyai lingkar lengan atas yang kurang dari 23,5 cm dapat dikatakan ia mengalami kekurangan gizi kronis.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia tahun 2013, Kurang Energi Kronik (KEK) menjadi masalah yang kedua. Hal ini disebabkan karena angka KEK pada WUS yang hamil sebesar 24.2 % dan pada WUS tidak hamil sebesar 20.8% sedangkan pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia tahun 2018 masalah KEK mengalami penurunan yakni pada WUS yang hamil menjadi 17.3% dan pada WUS tidak hamil menjadi 14.5%.

Apa penyebab kekurangan energi kronis pada ibu hamil?

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil mengalami kekurangan gizi kronis, yaitu:

1. Asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan

Ibu hamil memerlukan asupan makanan yang lebih, tidak sama seperti wanita normal seusianya. Asupan makanan ini akan menentukan status gizi ibu hamil. Ketika ibu hamil tidak memenuhi kebutuhan energinya, maka janin yang dikandungnya juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini membuat pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat.

2. Usia ibu hamil terlalu muda atau tua

Usia mempengaruhi status gizi ibu hamil. Seorang ibu yang masih sangat muda, bahkan masih tergolong anak-anak – kurang dari 18 tahun – masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apabila ia hamil, maka bayi yang dikandungnya akan bersaing dengan si ibu muda untuk mendapatkan zat gizi, karena sama-sama mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Persaingan ini mengakibatkan ibu mengalami kekurangan energi kronis.

Sementara, ibu yang hamil di usia terlalu tua juga membutuhkan energi yang besar untuk menunjang fungsi organnya yang semakin melemah. Dalam hal ini, persaingan untuk mendapatkan energi terjadi lagi. Oleh karena itu, usia kehamilan yang sesuai adalah 20 tahun hingga 34 tahun.

3. Beban kerja ibu terlalu berat

Aktivitas fisik mempengaruhi status gizi ibu hamil. Setiap aktivitas membutuhkan energi, jika Ibu melakukan aktivitas fisik yang sangat berat setiap harinya sementara asupan makannya tidak tercukupi maka ibu hamil ini sangat rentan untuk mengalami kekurangan energi kronis.

4. Penyakit infeksi yang dialami ibu hamil

Salah satu hal yang paling berpengaruh terhadap status gizi hamil adalah kondisi kesehatan ibu saat itu. Ibu hamil yang mengalami penyakit infeksi, sangat mudah kehilangan berbagai zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Penyakit infeksi bisa mengakibatkan kekurangan energi kronis pada ibu hamil karena kemampuan tubuh untuk menyerap zat gizi menurun dan hilangnya nafsu makan sehingga asupan makan juga menurun.

Apa yang terjadi jika ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis?

Kekurangan energi kronis (KEK) menyebabkan keluar masuknya energi tidak seimbang di dalam tubuh. sehingga, banyak gangguan yang akan terjadi jika seorang ibu mengalami KEK. Gangguan ini mengganggu kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya.

Seorang ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) akan mengalami:

  • Merasa kelelahan terus-menerus
  • Muka pucat dan tidak bugar
  • Mengalami kesulitan ketika melahirkan
  • Ketika menyusui nanti, ASI ibu tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, sehingga bayi akan kekurangan ASI

Sementara, akibat KEK yang bisa terjadi pada janin yang dikandung:

  • Keguguran
  • Pertumbuhan janin tidak maksimal menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dibawah 2500gr atau panjang badan < 48 cm.
  • Perkembangan semua organ janin terganggu, hal ini mempengaruhi kemampuan belajar, kognitif, serta anak berisiko mengalami kecacatan
  • Kematian bayi saat lahir

Cara mengatasi jika mengalami kekurangan energi kronis?

Untuk mengatasi masalah KEK pada wanita usia subur yang dilakukan adalah dengan cara :

  • Asupan makan harus sesuai dengan kebutuhan, banyak mengkonsumsi makanan sumber protein hewani ataupun nabati serta buah dan sayur. Terutama pada ibu hamil asupan makanan nya perlu ditingkatkan karena asupan yang dikonsumsi bukan hanya untuk ibu nya saja tapi juga untuk janin yang ada di kandungan nya
  • Selain itu, pada ibu hamil yang mengalami KEK diharuskan mengkonsumsi PMT untuk ibu hamil yang sudah disediakan oleh Kemenkes dan bisa diperoleh dari fasilitas Pelayanan Kesehatan seperti Puskesmas.
  • Untuk WUS harus selalu memantau Berat Badan dan jangan menganggap kalau kurus itu cantik melainkan itu tidak bagus untuk kesehatan.

 


0629LETTERS-articleLarge.jpg
11/Jul/2019

Apakah Obesitas Adalah Suatu Penyakit Atau Kecacatan Kesehatan?

Apa itu obesitas?

Obesitas adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan penderitanya. Ya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantungdiabetes, dan tekanan darah tinggi.

Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebih. Namun demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.

Nah, bagaimana kita tahu bahwa kita adalah termasuk overweight atau obesitas ?

Jadi, Obesitas ditentukan dengan perhitungan IMT, namun tidak secara langsung mampu mengukur kadar lemak dalam tubuh. Cara perhitungan IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. IMT yang sehat adalah yang dalam rentang 18,5–24,9 kg/m2. IMT yang berada di angka 25–29,9 disebut sebagai “overweight”, 30–34,9 disebut “obesitas kelas I”, 35,0–39,9 disebut “obesitas kelas II”, dan di atas 40 disebut “obesitas kelas III”.

Apa penyebab obesitas (kegemukan)?

Obesitas terjadi ketika tubuh mengonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori. Di masa lalu, banyak orang berpikir bahwa obesitas itu hanya disebabkan oleh makan berlebihan dan kurangnya berolahraga, karena kurangnya kemauan dan kontrol diri. Meskipun hal tersebut juga berkontribusi dalam menyebabkan obesitas, para ahli mengakui bahwa obesitas merupakan masalah medis yang kompleks dan melibatkan faktor genetik (keturunan), lingkungan, perilaku, dan sosial. Semua faktor ini berperan dalam menentukan berat badan seseorang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor genetik (keturunan) tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Untuk orang yang secara genetik rentan terhadap kenaikan berat badan (misalnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah) risiko menjadi obesitas tinggi.

Meskipun genetik seseorang dapat menyebabkan obesitas, itu bukan penyebab utama. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih besar – mengonsumsi kalori dari makanan tinggi lemak dan melakukan aktivitas fisik sedikit atau tidak setiap hari berolahraga dalam jangka panjang akan menyebabkan penambahan berat badan. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas. Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk obesitas (kegemukan)?

1. Genetik

Genetik alias keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal.

2. Junk food

Junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak. Kombinasi inilah, ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga bikin ketagihan. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya.

3. Obat-obatan tertentu

Banyak obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek samping. Misalnya antidepresan yang sudah lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.

4. Stres

Siapa sangka, stres nyatanya juga bisa jadi penyebab obesitas. Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Pasalnya pada saat Anda mengalami stres, Anda akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat-saat seperti itu justru akan membuat Anda mengonsumsi makanan ebih banyak, yang pada akhirnya akan menumpuk kalori, gula, serta lemak di dalam tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan

5. Malas gerak

Dengan adanya televisi, komputer, video game, mesin cuci, ponsel pintar, dan perangkat kenyamanan modern lainnya, hidup kebanyakan orang memang jadi lebih santai. Sayangnya, hal tersebut justru membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik.

Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh. Ya, semakin sedikit Anda bergerak, maka semakin pula kalori yang Anda bakar. Akibatnya, kalori akan lebih banyak menumpuk di dalam tubuh. Bahkan tak hanya soal kalori saja. Aktivitas fisik yang minum juga memengaruhi kinerja hormon insulin dalam tubuh. Jika kadar insulin dalam tubuh tidak stabil, maka erat kaitannya dengan penambahan berat badan.

6. Tidak cukup tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Kurang tidur juga mengakibatkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit Leptin, hormon yang menekan nafsu makan.

Penanganan Obesitas

Cara terbaik untuk mengobati obesitas adalah dengan makan makanan yang sehat, diet rendah kalori dan berolahraga secara teratur. Lakukan diet berisi makanan seimbang, mengontrol kalori, dan juga melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan pembakaran energi dan cadangan energi.

Pencegahan Obesitas

Langkah-langkah untuk mencegah kenaikan berat badan yaitu dengan olahraga harian, diet sehat, dan komitmen jangka panjang untuk mengawasi apa yang dimakan dan minum.

Berolahraga secara teratur berupa aktivitas intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit seminggu untuk mencegah penambahan berat badan.

Kegiatan fisik yang cukup intens termasuk berjalan cepat dan berenang. Ikuti rencana makan sehat, dengan fokus pada makanan rendah kalori, makanan padat nutrisi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian. Hindari lemak jenuh dan batasi permen dan alkohol. Makan tiga kali sehari dengan camilan terbatas.

Awasi dan pelajari makan sehari-hari dan selalu berat badan secara teratur dan konsisten.

Proses menurunkan berat badan tidak mudah dan singkat, serta penerapan pola hidup sehat juga tidak boleh dijadikan sementara. Hal yang terpenting adalah memiliki pola pikir bahwa gaya hidup sehat harus dilakukan terus-menerus, bila berat badan menurun itu adalah bonus dari tubuh yang sehat.

 

 

E:\shutterstock_789774898.jpg


blood_022615_sm.jpg
11/Jul/2019

Hallo guys.. kali ini saya mau bahas sedikit nih tentang kurang darah, atau kalau dalam bahasa medis disebutnya Anemia. sebelumnya kalian udah pernah tau apasih Anemia itu? jadi guys, anemia itu adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (hb) dalam darah atau darah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh kalian, kurang dari normal. Memang berapa sih kadar normal hb pada seseorang? jadi untuk kadar normal hb dibedakan berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin dan kehamilan nih guys. untuk lebih jelasnya bisa liat tabel dibawah ya.

Kelompok Umur Hemoglobin (gr/dl)
Anak-anak 6-59 bulan

5-11 bulan

12-14 bulan

11,0

11,5

12,0

Dewasa Wanita > 15 tahun

Wanita hamil

Laki-laki > 15 tahun

12,0

11,0

13,0

Nah setelah kalian tahu kadar normal hb kalian masing-masing. Pasti kalian bertanya-tanya, apakah hb saya dalam batas normal? lalu jika tidak, apakah bahaya yang akan terjadi? gejalanya apa saja ya? mari kita bahas bersama-sama..

Jadi kalau kalian sampai terkena anemia, yang paling berpengaruh jelas itu pada produktivitas kalian sehari-hari. bagaimana nantinya produktivitas kalian jika terkena anemia? yaa.. jadi tidak bagus. tidak bagusnya seperti apa sih? kalian akan mengalami yang namanya gejala 5L, yaitu Letih, Lesu, Lelah, Lemah, Lunglai. Kebayang ga sih, kalau kalian seorang pelajar/mahasiswa, tapi kalian terkena gejala 5L ini, kira-kira pelajaran kalian akan diterima otak kalian ga sih? yang ada kalian akan tidur dikelas dan alhasil prestasi kalian disekolah/dikampus jadi tidak maksimal. Begitupun sama dengan orang yang sudah bekerja, pekerjaannya akan terbengkalai dan tidak memenuhi target capaian kerjanya.

Selain itu,anemia juga sangat bertambak buruk pada kelompok umur dan jenis kelamin tertentu. yaitu remaja putri dan ibu hamil. mengapa? remaja putri merupakan masa produktif yang ditandai dengan peningkatan kebutuhan akan hb, selain itu remaja putri juga mengalami menstruasi setiap bulannya, sehingga darah yang dibutuhkan pun lebih banyak. selain itu, remaja putri juga merupakan calon seorang ibu, dimana nantinya iya pun akan melahirkan dan memilki anak. saat terjadi persalinan, seorang ibu mengalami pendarahan, sehingga jika sampai seorang ibu tersebut kekurangan darah saat ia mengalami pendarahan, maka resiko ibu meninggal saat mengalami persalinan menjadi lebih besar. maka dari itu, ibu hamil juga merupakan salah satu kelompok umur yang akan terkena dampak sangat buruk bila sampai terjadi anemia. selain saat persalinan, ibu hamil juga berperan penting dalam kesehatan anak yang dikandungnya, bayangkan bila seorang ibu hamil yang sedang mmembutuhkan lebih banyak darah untuk pembentukan janin, namun kebutuhan darah untuk dirinya sendiri pun tidak terpenuhi, alhasil, hal tersebut akan berdampak pada calon anaknya, yaitu mningkatkan resiko ia lahir dengan berat kecil (< 2,5 kg) dan stunting/pendek yang akan mempengaruhi kecerdasan otak calon anaknya tersebut.

setelah kalian tahu gejala dan akibatnya yang akan terjadi bila terkena anemia, pastinya kalian gamau dong sampai kekurangan darah atau anemia tersebut. apasih yang membuat seseorang terkena anemia? penyebab yang paling umum adalah kekurangan asupan sumber zat besi atau Fe ataupun penyerapannya yang tidak maksimal. selain itu, juga ada karna adanya peningkatan kebutuhan zat besi seperti remaja putri dan ibu hamil tadi yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Lalu, asupan zat besi bisa kita peroleh dari apa saja sih?? yang pertama kalian bisa peroleh dari makanan. bahan makanan yang tinggi Fe atau zat besi antara lain sumber protein hewani seperti hati ayam, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, udang, kerang, serta susu dan hasil olahannya termasuk keju. kemudian juga ada yang bersumber dari protein nabati seperti kacang-kacangan, yaitu kacang merah, kacang hijau, kacang tanah dan hasil olahannya termasuk tahu dan tempe. Selain itu, juga bisa diperoleh dari sayur-sayuran hijau nih guys, seperti bayam, kangkung, buncis, katuk dan yang lainnya. nah buat kalian yang gasuka sayur, dari sekarang harus terbiasa dan suka untuk konsumsi sayur loh yaaa. yang kedua kalian bisa peroleh dari tablet tambah darah atau TTD yang bisa kalian dapatkan di puskesmas ataupun produk komersil tertentu. untuk remaja putri konsumsi TTD harus 1 tablet/minggu, jika sedang haid, konsumsi 1 tablet perhari, sedangkan untuk ibu hamil harus mengkonsumsi minimal sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan. woww banyak banget ya.. ya iya dong, kan kebutuhannya meningkat.

tetapi kalian tahu tidak, bahwa dengan mengkonsumsi sumber-sumber fe tadi tidak menjamin dapat meningkatkan hb kalian, jika kalian mengkonsumsi teh/kopi ataupun soda setelah ataupun sebelum makan. mengapa? karena didalam teh/kopi/soda terdapat zat yang dapat menghambat penyerapan fe tadi, yaitu zat tanin dan kafein. namun kalian jangan khawatir, ada juga sumber zat gizi yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi, yaitu sumber vitamin C, yang terdapat didalam buah jeruk, jambu biji, strawberry dan buah-buahan sumber vitamin C lainnya. jadi.. kalau kalian lagi makan pecel ayam dilluar rumah sama gebetan minumnya jangan es teh manis ya.. air putih aja, atau lebih bagus lagi bila minumnya es jeruk.

buah-dan-sayur.jpg eat-the-rainbow-fruits-veggies-3.jpg

nah guys gimana informasinya? menarik bukan? semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian ya… untuk generasi bangsa yang lebih baik lagi tanpa anemia.

 


penanggulangan-diabetes-melitus.jpg
11/Jul/2019

Definisi

Diabetes melitusDM yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance).

Gejala Diabetes meliputi

  • Poliuri (peningkatan frekuensi buang air kecil karena kelebihan produksi air seni)
  • Polidipsi (rasa haus berlebihan)
  • Polifagi(merasa lapar berlebihan)
  • Berat badan menurun
  • Lemah
  • Kesemutan
  • Luka/ bisul tak sembuh sembuh

Type 2 Diabetes - Signs and Symptoms of Gestational Diabetes Mellitus

https://cdn4.vectorstock.com/i/1000x1000/28/18/diabetes-mellitus-type-2-vector-6442818.jpg

DM tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan lho gaes!!

Langkah penting pertama dalam mengendalikan penyakit diabete melitus adalah menentukan kadar gula darah yang ingin dicapai. Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi DM seperti gangguan jantung, stroke, ginjal, kaki diabetes, gangguan mata,

Untuk mengendalikan gula darah tidak hanya dengan obat – obatan. Ada juga lho factor lain yang dapat mempengaruhi, dan membantu tingkat gula darah yang diinginkan itu yaitu makanan yang dikonsumsi, jumlahnya, jenisnya, bagaimana mengkonsumsinya, aktifitas sehari-hari yang dilakukan, bahkan pengetahuan dasar seseorang tentang diabetes itu juga sangat berperan.

Bagaimana sih caranya agar kita tidak menderita diabetes mellitus??

  1. Pola Makan Sehat

Penderita diabetes pada dasarnya makannya sama saja dengan orang normal. Tidak ada makanan yang mutlak dilarang, hanya saja barangkali beberapa makanan dikonsumsi lebih sedikit. Bahkan gula boleh saja dikonsumsi, kalau hanya untuk teman minum teh pagi hari. Prinsip makan yang sehat : konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat secara teratur– makan dalam jumlah kecil, tetapi lebih sering membantu mencegah fluktuasi gula darah yang tinggi, konsumsilah makananan yang tinggi serat–sayuran dan buah-buahan lebih sering, 5 porsi dalam sehari–, kurangi lemak, daging merah boleh saja, tapi dalam jumlah moderat, batasi gula tambahan/makanan yang banyak mengandung gula, kurangi asupan garam, dan bila anda mengkonsumsi alkohol, batasi sesuai dengan yang direkomendasikan.

  1. Aktifitas Fisik

Seperti pola makan yang sehat, aktifitas fisik, olahraga juga sangat menentukan regulasi gula darah. Olahraga dapat membantu menurunkan gula darah secara alami akibat meningkatnya sensitifitas insulin, kebutuhan kalori yang meningkat, bertambahnya massa otot. Olahraga juga dapat mengendalikan penyakit lainnya, seperti hipertensi, hiperlipidemi, obesitas, stress. Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga memperbaiki gangguan toleransi glukosa, menurunkan gula darah, mengurangi kebutuhan obat-obatan.

  1. Obat-Obatan

Obat-obatan, makan yang sehat, olahraga harus beriringan dalam pengelolaan DM. Keteraturan penggunaan obat-obatan, termasuk Insulin sangat penting dalam mengelola DM. Obat-obatan mempunyai masa kerja tertentu, sehingga keteraturan dalam mengkonsumsinya juga mempengaruhi fluktuasi gula darah.

  1. Edukasi

Penderita maupun keluarga yang memahami  tentang bagaimana penyakit ini berkembang, tahu faktor resikonya, menyadari kemungkinan komplikasi yang mengancamnya, tentunya akan menjadi lebih waspada. Seorang pasien yang paham bagaimana obat berkerja, mengerti efek sampingnya, tentu saja akan lebih siap melakukan sesuatu bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemungkinan komplikasi kejadian hipoglikemi yang dapat mengancam nyawa pasien, akan mudah diatasi bagi pasien yang menyadari gejala dan tahu tindakan yang harus dilakukan.

 


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi