Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

Missing-Parent-600x600.jpeg
11/Jul/2019

Sesuai namanya, penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Tidak hanya hubungan intim, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan.

Penyebab IMS adalah :

  1. Bakteri (kuman)
  • Kencing nanah (Gonorrhoe)
  • Raja singa (Sifilis)
  • Ulkus Mole
  • Keputiha
  • Klamidia

 

2. Virus

  • Herpes
  • Kutil kelamin (Jengger Ayam)
  • HIV & AIDS

 

3. Jamur

  • Candidiasis
  • Keputihan

 

4. Parasit

  • Kutu kelamin

 

Ciri Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala atau bisa hanya menyebabkan gejala ringan. Oleh karena itu, tidak heran beberapa orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit menular seksual setelah muncul komplikasi atau ketika pasangannya terdiagnosis menderita penyakit menular seksual.

Gejala yang dapat muncul akibat penyakit menular seksual akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa:

  • Rasa sakit (saat berkemih) atau gatal di kelamin
  • Muncul benjolan, bitnik atau luka disekitar kelamin
  • Keluar cairan yang tidak biasa dan bau dari alat kelamin
  • Terjadinya pembengkakan (pada pria di testis dan pada wanita di bawah perut)
  • Disertai dengan demam, sakit dan nyeri
  • Rasa sakit dibagian dalam alat kelamin ketika melakukan hubungan seksual..

Selain beberapa gejala di atas, wanita juga bisa merasakan gejala lain, yaitu perdarahan di luar masa menstruasi dan muncul bau tidak sedap dari vagina. Pada wanita, luka IMS seringkali terjadi di leher Rahim, jauh di dalam, sehingga tidak kelihatan.

Apa yang harus dilakukan bila mengalami gejala seperti di atas

  1. Segera ke Dokter

Dokter akan memastikan penyakitnya apa dan melakukan pengobatan yang sesuai. Jangan menangani penyakit dengan perkiraan sendiri.

2. Jangan mengobati sendiri

Jangan mengobati sendiri, minum anti biotik tanpa resep dokter dan jamu-jamuan sembarangan justru akan membuat lebih parah

3. Minum obat sesuai anjuran dokter

Beberapa gejala mungkin akan hilang setelah minum sebagian obat, tetapi bukan berarti sudah sembuh. Untuk itu obat harus digunakan sesuai dengan resep dokter, jika dianjurkan habis, maka harus dihabiskan. Ketidak patuhan meminum obat akan membuat penyakit menjadi sulit disembuhkan karena kebal

4. Ajak pasangan berobat

Bila mengidap IMS kita menularkan atau tertular dari pasangan kita, bila tidak sama-sama diperiksa penyakit (IMS) akan sulit sembuh

Macam-Macam Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berikut ini adalah macam-macam penyakit menular seksual:

  1. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan “raja singa” ini menimbulkan luka pada alat kelamin atau mulut. Melalui luka inilah penularan akan terjadi

2. Gonore

Gonore yang dikenal juga dengan kencing nanah, disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari penis atau vagina dan rasa nyeri ketika buang air kecil. Bakteri penyebab gonore juga dapat menimbulkan infeksi di bagian tubuh lain, jika terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina.

3. Human papillomavirus (HPV)

Infeksi menular seksual ini disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, yaitu HPV. Virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks pada perempuan. Penularan HPV terjadi melalui kontak langsung atau melakukan hubungan seksual dengan penderita.

4. Infeksi HIV

Infeksi HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom, berbagi penggunaan alat suntik, transfusi darah, atau saat persalinan.

5. Chlamydia

Penyakit infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada wanita, Chlamydia menyerang leher rahim. Sedangkan pada pria, menyerang saluran keluar urine di penis. Penularan dapat terjadi dari luka pada area kelamin.

6. Trikomoniasis

Penyakt menular seksual ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit Trikomoniasis bisa menimbulkan keputihan pada wanita atau malah tidak menimbulkan gejala, sehingga sering kali seseorang secara tidak sadar menularkan penyakit ini ke pasangan seksualnya.

7. Hepatitis B dan hepatitis C

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis, dan dapat mengakibatkan gangguan hati kronis hingga kanker hati. Virus ini ditemukan dalam darah atau cairan tubuh penderita. Selain melalui hubungan seksual, virus ini bisa menular melalui jarum suntik yang dipakai bersama dan transplantasi organ.

8. Herpes genital

Herpes Genetal disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini bersifat tidak aktif atau bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Penyebarannya terjadi melalui kontak langsung dengan pasangan yang telah terinfeksi.

9. Candidiasis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Candida.Candidiasis ditandai dengan ruam atau lepuhan yang muncul pada kulit, terutama area lipatan kulit. Sama seperti infeksi menular seksual lainnya, penularan penyakit ini dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita.

Bagaimana cara mencegah Penyakit Menular Seksual

Langkah utama pencegahan penyakit menular seksual adalah menerapkan perilaku seks yang aman, yaitu menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan seksual.

Selain itu, ada beberapa tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Kenali pasangan seksual masing-masing.
  • Lakukan vaksinasi, terutama vaksin HPV dan hepatitis B.
  • Tidak menggunakan NAPZA, terutama dengan berbagi penggunaan jarum suntik.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Penderita penyakit menular seksual sebaiknya tidak melakukan hubungan seks hingga penyakit dinyatakan sembuh oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan.

 

 


Logo-Kanker-Serviks-600x600.png
11/Jul/2019

Kanker serviks adalah jenis kanker yang kerap kali menyerang wanita. Lantas, sebenarnya apa sih tes IVA dan pap smear itu? Seberapa efektif pemeriksaan tersebut mendeteksi adanya kanker serviks?

Kanker Leher Rahim adalah penyakit tumor ganas yang disebabkan oleh virus Human papillomavirus (HPV), yang dapat ditularkan baik melalui hubungan seksual namun seseorang akan lebih beresiko menderita kanker leher rahim apabila :

  1. Menikah atau melakukan hubungan seksual sebelum usia 17 tahun
  2. Bergabti-ganti pasangan seksual atau berhubungan dengan pria yang sering berganti pasangan
  3. Terpapar Infeksi Menular Seksual (IMS)
  4. Melahirkan banyak anak
  5. Perokok baik aktif atau pasif
  6. Penurunan daya tahan tubuh
  7. Mempunyai saudara perempuan atau ibu yang menderita kanker leher rahim

Meski termasuk ganas, kanker yang berkembang di leher rahim ini sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. Setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual khususnya yang berumur 30-50 tahun, sebaiknya menjalani deteksi dini kanker leher Rahim yang dapat dilakukan dengan cara :

  1. Tes Iva ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) : yaitu pemeriksaan leher Rahim dengan mengoleskan asam cuka, atau
  2. Tes pap Smear : Yaitu pengambilan jaringan pada leher Rahim yang akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perbedaan IVA dan Pap Smear antara lain, dengan tes IVA hasil dapat segera diketahui sedangkan pap smear membutuhkan waktu 1-2 minggu. Tes IVA (inspeksi visual asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang juga bisa digunakan sebagai pendeteksi pertama. Jika dibandingkan dengan pap smear, tes IVA cenderung lebih murah karena pemeriksaan dan hasil diolah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium.

Tes IVA menggunakan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya akan langsung ketahuan, apakah Anda dicurigai memiliki kanker serviks atau tidak. Ketika jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan akan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau bahkan mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal, tidak akan menunjukkan perubahan apapun.

Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Pemeriksaan ini dianggap pemeriksaan awal yang efektif dan murah untuk mendeteksi kanker serviks. Pasalnya, tidak dibutuhkan waktu dan pengamatan laboratorium lagi untuk tahu hasilnya. Selain itu, kelebihan tes IVA lainnya adalah pemeriksaan ini aman dilakukan kapan pun.

 


kanker-serviks.jpg
11/Jul/2019

Hai Gaes, ada yang sudah pernah dengar tentang kanker serviks? Apa sih kanker serviks itu?

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual. Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada wanita, selain kanker payudara.

Penyakit kanker serviks itu ada tahapannya lho gaes

Tahap atau tahapan digunakan untuk menjelaskan tingkat penyebaran kanker. Semakin tinggi tahapan kanker, maka semakin luas penyebarannya. Berikut ini adalah tahapan kanker serviks berdasarkan penyebarannya:

Tahapan 1

  • Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

 

 Tahapan 2

  • Kanker sudah menyebar ke rahim, namun belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

 

Tahapan 3

  • Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, serta menekan saluran kemih dan menyebabkan hidronefrosis.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.

 

Tahapan 4

  • Kanker telah menyebar ke organ lain, seperti kandung kemih, hati, paru-paru, usus, atau tulang.

 

Tahukah kalian? 

Penelitian mengungkapkan bahwa angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung tahapan yang dialami. Meskipun demikian, angka harapan hidup hanya hitungan persentase penderita yang masih hidup, lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks.

Sebagai contoh, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 penderita bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosis kanker serviks. Perlu diketahui, banyak penderita yang hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis kanker serviks. Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan tahapan yang dialami:

  • Tahapan 1 – 80-93%
  • Tahapan 2 – 58-63%
  • Tahapan 3 – 32-35%
  • Tahapan 4 – 15-16%

 

Penyebab

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa bisa jadi penyebab kanker serviks. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Kamu alami.

Jenis infeksi HPV ini tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka memiliki infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi “tuan rumah” HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.

HPV dapat dengan mudah ditemukan melalui tes pap smear. Inilah mengapa tes pap smear sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Tes pap smear mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Jika Kamu menangani perubahan sel tersebut, Kamu dapat melindungi diri dari kanker leher rahim.

 

Bagaimana cara mendiagnosis kanker serviks (kanker leher rahim)?

  • Papsmear
  • Iva Test
Penyebab kematian terbanyak penyakit kanker

Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker rahim?

  1. Operasi

Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi kanker. 

  • Radical trachelectomy – serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat,  namun rahim tetap pada tempatnya sehingga Kamu masih bisa punya anak. Karena itulah tindakan bedah ini biasanya jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.
  • Histerektomi – serviks dan rahim diangkat, tergantung pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Kamu sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Kamu melakukan histerektomi.
  • Pelvic exenteration – operasi besar di mana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum diangkat. Seperti histerektomi, Kamu sudah tidak bisa punya anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.
  1. Radioterapi

Pada tahap awal kanker serviks, Kamu dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, apabila kanker sudah pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.

Pada prosedur ini, tubuh Kamu dipaparkan dengan radiasi. Sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Kamu, atau secara internal. Dengan metode internal, sebuah implan akan dipasang ke dalam tubuh Kamu untuk memberi radiasi. Ada beberapa kasus di mana 2 metode ini dikombinasikan. Rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi untuk menangani kanker serviks. Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Kamu akan membuat janji untuk mendapatkan dosis kemoterapi melalui infus.

Semua penanganan kanker serviks dapat memiliki efek samping. Kamu harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter. Kamu mungkin akan mengalami menopause dini, penyempitan pada vagina, atau limfedema setelah menjalani perawatan kanker leher rahim.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Kamu mencegah kanker serviks terjadi pada Kamu:

  • Berbicara dengan keluarga, teman-teman atau konselor dapat membantu. Kamu juga dapat menanyakan dokter mengenai komunitas penyintas (survivor) dan pengidap kanker serviks.
  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan follow up dengan dokter setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar Kamu dapat mendapatkan perawatan dengan tepat waktu.
  • Jika Kamu berusia di bawah 26 tahun, Kamu dapat mendapatkan vaksin HPVyang dapat melindungi dari 2 jenis HPV 16 dan HPV 18, jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap tahapan yang lebih serius, Kamu perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan kemasan.

Pengenalan penyakit kanker serviks

logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

Konten Terbaru

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi