Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

B4.png
12/Nov/2020

Halooo Gaes…………….

Pada hari Jumat, 13 Oktober 2020 lalu, Puskesmas Kecamatan Kembangan telah menyelenggarakan acara SPEAK #07 (Seminar, Promosi dan EdukAsi Kesehatan) series 02 dengan topik “Galau karena bucin? Hempaskan dan move on yuk”.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak individu agar menyadari tentang relasi yang sehat dan tidak sehat, membangun kesadaran individu untuk lebih mencintai dan memahami dirinya sendiri agar lebih rasional dan lepas dari relasi yang tidak sehat sebelum menikah, mencegah munculnya kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga bagi pasangan remaja dan dewasa awal, serta mencegah terjadinya pernikahan anak/remaja di bawah 19 tahun.

Acara ini seru banget lho, dan diikuti oleh 193 peserta, dimana selain peserta remaja, acara ini diminati juga oleh peserta dewasa muda, guru, bahkan orang tua juga ada yang ikut lho. Pesertanya sangat proaktif dan ada beberapa juga ternyata yang pernah mengalami bucin hehehe….

Acara ini dimoderatori oleh dokter PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) kesayangan kita yaitu dr. Irmawati, dan menghadirkan 2 psikolog klinis yang keren sebagai narasumber yaitu Citra Anakomi, M.Psi., Psikolog dan Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog. Kalian ikutan ga?

Buat kalian yang ga sempat ikutan, berikut kami rangkumkan materinya.

Tema kali ini ngebahas apa sih?

Naahh….Sesuai judulnya, kita bahas tentang tema yang lagi Hits di kalangan anak muda, yaitu Bucin, yang sedikit banyaknya berkaitan dengan relasi yang tidak sehat atau toxic relationship.

Jadi, Bucin itu apa?

Menurut Kak Citra, Bucin atau budak cinta itu istilah anak zaman now untuk salah satu hubungan yang tidak sehat, yaitu co-dependency (sebuah pola hubungan  yang membuat diri kita tergantung pada persetujuan pasangan terhadap hampir setiap keputusan yang dibuat). Jadi kurnag lebihnya Bucin itu  adalah Perilaku menghamba, atas nama cinta, dimna seseorang secara sukarela mendedikasikan seluruh hal yang dimiliki untuk memenuhi harapan/mewujudkan kebahagiaan sosok yang dicintai.

Apa ciri cirinya seseorang kalau lagi bucin?

Ada beberapa ciri yang mennandai sikap seseorang yang lagi bucin, seperti :

  1. Logikanya tumpul : ga bisa mikir secara rasional lagi
  2. Membentuk idealisasi : meyakini pasangannya sempurna
  3. Ga menyadari kalau lagi bucin : Jadi suka dimanipulasi/dimanfaatkan
  4. Merasa ga aman/ga PD kalau ga dekat pasangan
  5. Terobsesi terus memikirkan pasangan : sehingga aktifitas rutinnya jadi terganggu
  6. Menganggap pasangan selalu lebih : bahkan jadi mentolerir sikap apapun dari pasangan
  7. Rela berkorban (apapun) : bisa materi, waktu, bahkan sampai kehormatan
  8. Bahkan ada yang melakukan tindak kriminal : mencuri, membunuh pacar, atau tindak kejahatan lainnya. Wah…..Wah…..

Apa sebabnya seseornag bisa jadi bucin?

Masih menurut Kak Citra, ada 2 faktor yang membuat seseorang jadi bucin, yaitu faktor fisik (kimiawi di otak) dan juga faktor psikologis. Faktor fisik ada kaitannya dengan intensitas hormon yaitu dopamin, yang akan menimbulkan kepuasan bagi otak sehingga menjadi kecanduan.

Faktor psikologis yaitu persepsi diri yang kurang baik (rendah diri, konsep diri yang buruk,  dukungan sosial yang kurang), perolehan cinta dari orang terdekat (keluarga) yang tidak memadai, adanya masalah yang belum selesai di masa lalu (trauma masa lalu).

Emang dampaknya separah apa sih bucin itu?

Banyak lho, dan lebih ke dampak negatif seperti :

  1. Dikritik dan dijauhi orang terdekat
  2. Sulit mencapai tujuan hidup
  3. Menciderai persepsi diri
  4. Terjebak dalam toxic relationship, yang ujung ujungnya menjadi cikal bakal kekerasan, baik kekerasan verbal, fisik, bahkan bisa juga kekerasan seksual…..Sereeeemmm

Terus gimana dong biar ga bucin lagi?

Pastinya kamu harus move on dari hubungan yang ga sehat begitu…. Cintai diri kamu.

Nah sekarang kita bahas yuk tentang Mencintai diri sendiri (self love)

Self Love itu sama ga dengan narsis?

Tentu saja beda. Menurut Kak Rami, self love itu memandang diri secara positif dengan tetap sadar pada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki secara utuh dan seimbang.

Self love juga berarti yakin terhadap diri sendiri, sadar akan keberhargaan diri. Termasuk menerima kondisi tubuh sendiri juga merupakan bagian dari self love. Pada akhirnya citra diri kita akan membentuk bahwa kita berhak diperlakukan secara sopan oleh orang lain, sehingga hubungan pun menjadi lebih sehat. Dan kita akan merefleksi diri untuk fokus pada yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, bukan hanya sekedar mengikuti trend (punya pacar keren tapi kita merasa tersiksa dalam hubungan).

Ga gampang lho buat mencintai sendiri

Betul, terkadang ada hambatan kita untuk mencintai diri kita sendiri seperti perasaan khawatir (takut disangka narsis, egois, sombong) dan juga cemas (khawatirnya cuma dia doang yang sayang / yang mau sama kita), oleh karena itu perlu dukungan dari orang-orang terdekat, seperti :

  1. Memahami bahwa self love itu sebuah proses : ga instan
  2. Menemani, mendengarkan kebutuhannya
  3. Menunjukkan dukungan, bukan memberikan ceramah atau penghakiman yang tidak perlu
  4. Koneksikan dengan lingkungan yang positif, bila perlu bisa minta bantuan profesional seperti psikolog

Nah….. coba sekarang refleksikan diri….. Selama ini sehat ga sih hubungan kamu? Bila dirasa  kamu sedang dalam kondisi bucin, yuk move on, cintai diri kamu, karena kamu berharga.

Bila kamu perlu bantuan profesional silakan datang ke Puskesmas Kecamatan kembangan melalui layanan PKPR atau layanan psikolog secara langsung atau kalau kamu butuh informasi layanan bisa menghubungi call center Puskesmas Kecamatan Kembangan di 0811-1848-483


09/Nov/2020

R, laki laki, 1 tahun : Kak, aku mau tanya dong, apa betul bawang putih bisa menyembuhkan segala macam penyakit? Terus kok aku muncul jerawat ya setelah melakukan onani?

Jawab:

Hallo R, terimakasih sudah mau menghubungi kami.

1. Mengenai info bahwa bawang putih bisa menyembuhkan segala macam penyakit itu hoax ya. Belum ada penelitiannya bahwa satu jenis makanan bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Namun kamu bisa menjaga kesehatanmu dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
2. Tumbuhnya jerawat bukan diakibatkan onani, melainkan karena mulai aktifnya hormon reproduksi. Sangat umum terjadi pada masa remaja


09/Nov/2020

V, laki-laki, 14 tahun : Kak, aku mau curhat dong. Kak, aku sekarang sekarang ini sering merasa ketakutan, aku takut kena kanker atau mandul, karena saat umur 11 tahun sering melakukan onani secara berlebihan. Sebenarnya sudah 2 tahun ini sih udah ga pernah melakukan onani lagi, tapi aku takut kebiasaanku yang dulu itu mempengaruhi kesehatanku natinya. Saking ketakutannya aku jadi ga konsentrasi belajar. Aku juga sudah rajin sholat 5 waktu. Mau cerita ke ibu tapi takut. Udah tanya ke dokter di aplikasi kesehatan juga tapi jawabannya ga jelas. Sekarang sih aku sudah berhenti melakukan onani, tapi masih khawatir soal kesehatanku nantinya. Gimana ya Kak?

Jawab:

Hai V…. Terimakasih kamu sudah mengakses layanan curhat ini dan berani mengungkapkan keresahan kamu. Jadi kamu sekarang lagi mencemaskan kesehatan kamu ya karena melakukan kebiasaan onani dulunya? Menurut ilmu yang kakak pelajari onani sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kemandulan, namun memang ada penelitian yang mengatakan bahwa kebiasaan onani ada hubungannya dengan kejadian kanker prostat. Tentunya ketika onani ini sudah menjadi kebiasaan, menimbulkan ketagihan, dan dilakukan secara terus menerus dan berlebihan. Kamu hebat lho sudah berani memutuskan kebiasaan ini. Dan kamu juga sudah tepat dengan sudah rajin ibadah sholat 5 waktu. Perasaan kecemasan kamu akan kesehatan wajar kamu alami. keluhan kecemasan ini memang sangat mengganggu, namun tidak membahayakan.

Terkait kecemasan/ketakutan, kamu bisa melakukan hal hal berikutbdi rumah:
1. relaksasi, tarik nafas panjang(sambil istighfar dlm hati) tarik nafas pelan melalui hidung, keluarkan dari mulut.
2. Lakukan hobi yg kamu sukai, yg bs mengalihkanmu dari ketakutan berlebihan
3. Lakukan olahraga yg kamu sukai

Namun bila kamu sudah melakukan hal hal di atas namun masih merasa cemas atau muncul keluhan lain Seperti : jantung terasa berdebar, keringat dingin, pusing, mual, tidak bisa tidur, gangguan makan, atau jadi takut bertemu orang, kamu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog kami di Puskesmas Kecamatan Kembangan atau kamu bisa melakukan konseling online secara langsung dengan psikolog melalui whats app video call dengan melakukan pendaftaran ke nomor call center Puskesmas Kecamatan kembangan di 0811-1848-483


Y1.jpg
14/Oct/2020

Halooo Gaes, apa kabar semua? Semoga tetap sehat semua ya walaupun pandemi masih melanda negeri tercinta kita ini, sehingga kita bisa menjalani siklus kehidupan kita dengan aman.

Ngomongin siklus hidup, kita semua tahu ya bahwa manusia itu mengalami siklus hidup sejak dari dalam kandungan, bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, dan akhirnya kembali pada Sang Pencipta.

Nah, kalian sekarang berada di fase remaja dan sebentar lagi memasuki fase dewasa. Pada umumnya pada fase dewasa muda manusia melakukan pernikahan agar bisa meneruskan keturunannya di alam semesta ini dengan bereproduksi.

Untuk tujuan mulia ini, artikel kita kali ini akan membahas persiapan aja sih yang harus disiapkan menjelang pernikahan? Pastinya banyak ya. Khusus bahasan ini, kita hanya akan membahas persiapan pranikah dari sisi kesehatan, yaitu kesehatan fisik dan mental. Simak sampai tuntas yaaaa..

Kesehatan Fisik

Setiap calon pengantin, khususnya di DKI Jakarta, diwajibkan menjalani konseling dan tes kesehatan sebelum melakukan pernikahan. Persyaratan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Nomor 185 Tahun 2017 Tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin. Pemeriksaan ini tidak dipungut biaya lho, dapat dilakukan di puskesmas dan menjadi syarat untuk mengurus pengantar menikah dari kelurahan.

Kegiatan ini merupakan bagian upaya pemenuhan hak reproduksi dan upaya meningkatkan derajat kesehatan, khususnya kesehatan ibu, sehingga dapat berkontribusi pada percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Jadi calon ibu yang sehat nantinya akan melahirkan anak-anak yang sehat yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

Lalu, apa saja yang dilakukan saat melakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan di puskesmas?

1. Anamnesis (wawancara oleh tenaga kesehatan)

Dilakukan untuk memperoleh keterangan-keterangan tentang keluhan dan penyakit yang diderita calon pengantin, baik riwayat penyakit terdahulu dan riwayat kesehatan keluarga.

2. Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa

Salah satu cara untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa yang relatif murah, mudah dan efektif adalah dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh WHO, yaitu Self Reporting Questionnaire (SRQ). Dalam SRQ ada 29 pertanyaan terkait gejala gangguan mental yang harus dijawab klien dengan jawaban ya atau tidak.

3. Pemeriksaan Fisik

Dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi status kesehatan melalui pemeriksaan denyut nadi, frekuensi nafas, tekanan darah, suhu tubuh dan pemeriksaan seluruh tubuh. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan status gizi yang meliputi pengukuran berat badan, tingggi badan, lingkar lengan atas dan tanda-tanda anemia.

4. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang (laboratorium) yang diperlukan oleh calon pengantin yaitu pemeriksaan darah: Hb, golongan darah dan Rhesus, gula darah, HIV, Infeksi Menular Seksual (sifilis), Hepatitis B,  dan atau pemeriksaan lain sesuai indikasi.

5. Konseling untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin

Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan , kesadaran dan kepedulian calon pengantin sehingga menjalankan fungsi dan perilaku reproduksi yang sehat dan aman.

Konseling diberikan sesuai kebutuhan calon pengantin meliputi :

  1. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi
  2. Pengetahuan tentang kehamilan, pencegahan komplikasi, persalinan dan pasca salin
  3. Status kesehatan, gizi dan imunisasi
  4. Infeksi menular seksual serta HIV dan AIDS
  5. Deteksi Dini Kanker leher rahim dan kanker payudara
  6. Konseling HIV
  7. Konseling mengenai penyakit menular seperti Sifilis, Hepatitis, dll.
  8. Konseling Gizi
  9. Konseling kesehatan mental

6. Imunisasi untuk Calon pengantin

Calon pengantin perempuan perlu mendapat imunisasi TD untuk mencegah dan melindungi dirinya terhadap penyakit tetanus dan difteri sehingga memiliki kekebalan seumur hidup untuk melindungi ibu dan bayi yang akan dilahirkannya terhadap penyakit tetanus dan difteri

7. Pengobatan/Terapi dan rujukan

Pengobatan atau terapi diberikan pada calon pengantin sesuai dengan diagnosis/permasalahannya. Tatalaksana ini dapat diberikan di puskesmas maupun dilakukan rujukan ke RS bila permasalahannya tidak dapat diatasi di puskesmas.

Selesai melalukan pemeriksaan , calon pengantin akan mendapat secarik Sertifikat Layak Kawin‘.

Mau tahu syarat melakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin? Yuk hubungi  Call Center Puskesmas Kecamatan kembangan di Whats App 0811-1848-483 dan untuk mendaftar layanan konseling dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat melalui bit.ly//jalincinta 

Kesehatan Mental

Persiapan yang ga kalah pentingnya dibanding persiapan kesehatan fisik, yaitu kesehatan mental.

Mengarungi kehidupan rumah tangga tentunya bukan hal mudah, pasangan perlu belajar untuk :

  • Saling beradaptasi
  • Mendengar secara aktif
  • Identitas bukan lagi aku atau kamu, tetapi “kita”
  • Bersikap hangat dan mampu membina kedekatan emosional
  • Saling bergantung dan mengisi dalam situasi apapun
  • Saling percaya satu sama lain
  • Mengenali kebutuhan diri sendiri, pasangan, dan kebutuhan bersama
  • Melakukan komunikasi 2 arah

Terdengar mudah ya untuk disampaikan, namun belum tentu mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu kedua pasangan harus dapat saling menjaga rasa kebersamaan dengan :

  • Berani mengekspresikan pikiran dan perasaan
  • Tulus menyayangi dan mengasihi
  • Yakin dalam relasi bersama pasangan
  • Mampu memberikan rasa aman
  • Terbuka terhadap saran dan masukan dari pasangan
  • Bersedia berbagi tugas dan tanggung jawab

Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali :

  1. Diri Sendiri
  • Kelebihan dan kekurangan diri
  • Sumber daya yang dimiliki
  • Cara pandang dan cara penyelesaian konflik
  • Cara memanfaatkan waktu luang
  • Pengelolaan emosi
  • Pengelolaan keuangan
  • Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga
  • Kebiasaan sehari-hari
  • Bahasa cinta
  • Harapan/impian
  1. Pasangan
  • Kelebihan dan kekurangan diri
  • Sumber daya yang dimiliki
  • Cara pandang dan cara menyelesaikan konflik
  • Cara memanfaatkan waktu luang
  • Pengelolaan emosi
  • Pengelolaan keuangan
  • Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga
  • Kebiasaan sehari-hari
  • Bahasa cinta
  • Harapan/impian
  1. Kita
  • Alasan mengapa ingin bersama
  • Tetapkan tujuan yang ingin dicapai bersama
  • Cara mencapai tujuan
  • Cara memanfaatkan waktu luang
  • Pembagian peran, tugas, dan tanggung jawab
  • Pengelolaan keuangan
  • Pengasuhan anak
  • Harapan/impian bersama

By the way…. Ada satu lagi informasi yang ga kalah penting ni, yaitu telah diterbitkannya Undang Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang “PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. Dalam Undang Undang ini ada pasal yang diubah yaitu pasal 7 yang berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun”.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah mengeluarkan Peraturan Gubernur yang senada, yaitu melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2020 tentang “Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak”

Dengan dasar adanya 2 peraturan ini Puskesmas Kecamatan Kembangan tidak dapat melakukan Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin yang belum berusia 19 tahun.

So…. Buat kamu-kamu yang belum genap berusia 19 tahun,  woles aja ya gaes….Masih banyak hal positif yang bisa kamu lakukan sambil kamu memantapkan dan menyiapkan diri kamu untuk nantinya memasuki gerbang pernikahan, tentunya pernikahan sehat yang akan melahirkan generasi yang sehat juga 😉


alo5.jpg
18/Sep/2020

Author : Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog

 

Haloo Gaes, apa kabar kalian di tengah Pandemi COVID19 ini? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa, tetap perhatikan protokol kesehatan dan beraktivitas di dalam rumah dulu yaa. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas tipe pengasuhan orang tua terhadap anak-anaknya. Mungkin kita bisa mengamati tipe pengasuhan mana yang lebih dominan ada dalam keluarga kita. Ada baiknya kalian menyimak informasi ini dengan seksama  ya, silahkan ambil nilai positifnya yaa. Bila ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional ya, misalnya Psikiater atau Psikolog 🙂

  1. Authoritative (Bijak)
  • Aturan, ekspektasi, dan batasan yang diterapkan jelas dan konsisten sesuai usia anak
  • Mendorong anak untuk bertanggung jawab, tetapi tidak mengancam dan tidak  menghukum
  • Orang tua peka terhadap kebutuhan anak, menunjukkan sikap yang hangat
  • Mampu memberikan rasa aman dan otonomi yang sehat kepada anak  serta menunjukkan kasih sayang tanpa syarat

Konsekuensinya yaitu Anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung  jawab, matang secara emosional, hangat, mau  terbuka, dan berkorelasi dengan perilaku hidup  sehat dan prestasi akademik yang baik

  1. Authoritarian (Otoriter)
  • Aturan, ekspektasi, dan batasan yang  diterapkan tidak  jelas dan sering berubah-ubah  tergantung  mood orang tua
  • Menyudutkan anak, menggunakan ancaman,  hukuman dengan dalih  “mendisiplinkan” anak
  • Kurang responsif terhadap kebutuhan akan perhatian, kehangatan, dan kasih sayang  anak
  • Kurang memberikan otonomi dan pilihan kepada anak, komunikasi minim, keputusan yang diambil adalah keputusan orang tua

Konsekuensinya yaitu Anak cenderung takut, sulit mengambil  keputusan secara mandiri, sulit kontrol  emosi, tidak mau terbuka, hingga  berani berbohong

  1. Permissive (Permisif)
  • Tidak ada / minim aturan, ekspektasi,  dan batasan
  • Selalu mengizinkan dan memenuhi keinginan anak tanpa  ada kontrol
  • Sangat hangat dan perhatian terhadap anak
  • Otonomi sepenuhnya ada pada anak

Konsekuensinya yaitu Anak cenderung manja, kurang  mandiri, sulit menunda keinginan  pribadi, rentan terhadap stres

  1. Neglect / Uninvolved (Mengabaikan / Cuek)
  • Tidak ada / minim aturan, ekspektasi,  dan batasan
  • Sangat cuek dan mengabaikan kebutuhan anak akan perhatian  dan kasih sayang
  • Tidak ada komunikasi 2 arah antara orang tua dan anak
  • Menganggap bahwa menyediakan kebutuhan dasar (uang, makan,  rumah) saja sudah cukup bagi anak

Konsekuensinya yaitu Hubungan dengan orang tua tidak dekat,  menumbuhkan rasa cemas pada anak, menilai  diri tidak diharapkan, cenderung menghindar  dari tanggung jawab, konsumsi makanan tidak  terkontrol

Sumber Referensi :

Boots, S. B., Tiggemann, M., Corsini, N., Mattiske, J. (2015).  Managing young children’s snack food intake. The role of parenting style and feeding strategies. Appetite, (92), 94–  101. http://dx.doi.org/10.1016/j.appet.2015.05.012.

Doinita, N. E., & Maria, N. D. (2015). Attachment and

Parenting Styles. Social and Behavioral Sciences, (203), 199 –  204. DOI: 10.1016/j.sbspro.2015.08.282


rokok7.jpg
14/Aug/2020

Alo gaes…. Apa Kabar?

Ada kegiatan apa nih di wilayah kalian buat memperingati Hari Kemerdekaan RI? Pastinya udah ga seseru tahun lalu ya, karena DKI Jakarta masih menerapkan PSBB. Ya, karena kasus COVID-19 masih tinggi di Jakarta. Masih bertambah ratusan kasus tiap harinya, sehingga tercatat sampai dengan tanggal 13 Agustus 2020 ada 27.761 kasus positif (sumber : www.coronajakarta.go.id) Artinya virus ini masih mengincar kita kita nih, khususnya yang punya perilaku hidup tidak sehat.

Salah satu perilaku hidup tidak sehat adalah merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik. Menurut Dokter Spesialis Paru sekaligus Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Feni Fitriani Sp.P(K), di dalam tubuh manusia ada reseptor yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel beberapa organ seperti, paru-paru, arteri, jantung, ginjal dan usus. Pada perokok jumlah reseptor ACE2 ini lebih banyak 40 persen hingga 50 persen dibanding yang bukan perokok. Ketika virus SARS Cov-2 penyebab COVID-19 masuk ke dalam saluran pernapasan akan hinggap dan melekat pada ACE2. Makin banyak ACE2 dalam tubuh, makin besar pula virus Corona ini menempel dan masuk dalam tubuh. Penelitian di Wuhan, Tiongkok, menemukan pasien positif dan yang meninggal ternyata lebih banyak adalah perokok berat. Inilah yang menyebabkan perokok itu lebih berisiko tinggi terhadap COVID-19. (sumber : portal berita beritasatu.com).

Selain masalah pandemi, merokok juga dapat menyebabkan penyakit akibat rokok seperti gangguan pernapasan (PPOK, asma), gangguan kardiovaskuler (hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner), kanker, serta gangguan kehamilan dan reproduksi. Alhasil yang menderita penyakit seperti ini harus rutin bolak balik ke fasilitas kesehatan untuk mengendalikan penyakitnya. Repot ya? Tentunya ga cuma keluar biaya kan untuk proses ini, tetapi juga jadi boros waktu, alias jadi kurang produktif, termasuk produktifitas keluarga yang mengantar. Selain itu merokok juga mempengaruhi penampilan estetik seseorang, lho, seperti muka kusam, bibir cenderung hitam, nafas bau, serta karang gigi.

Nah….konsumsi rokok ini selain membahayakan kesehatan diri sendiri, juga dapat merugikan kesehatan orang lain yang bukan perokok lho… Data Riskesdas 2010, menunjukkan bahwa 92 juta warga Indonesia terpapar asap rokok orang lain (AROL), 43 juta diantaranya merupakan anak-anak, termasuk 11,4 juta anak usia 0-4 tahun. Padahal anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Kebayang kan kalau dari anak anak sudah terpapar asap rokok, dewasanya nanti jadi manusia yang sakit sakitan.

Data WHO 2010, Global Report on Non Communicable Disease (NCD) menunjukkan bahwa persentase kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk penyakit akibat rokok, menempati proporsi sebesar 63 %. Setiap 10 kematian, 2 diantaranya diakibatkan oleh rokok. Artinya secara umum perokok 10 tahun lebih dini meninggal dibanding bukan perokok. Ga aneh sih, karena ternyata dalam sebatang rokok, terdapat 200 bahan yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan, 43 diantaranya dapat menyebabkan kanker. Serem kaaaaaaaan…

Situasi konsumsi rokok di Indonesia

Pada tahun 1970 konsumsi rokok di Indonesia berjumlah 30 miliar batang, sedangkan pada tahun 2009 jumlah tersebut meningkat sangat drastis menjadi 260 miliar batang atau meningkat lebih dari 700% dalam kurun waktu 40 tahun, hingga pada tahun 2015 persentase perokok laki-laki usia ≥ 15 tahun mencapai 66% jumlah penduduk (>90 juta orang).

Dan tahukah kamu, ternyata seseorang mulai merokok paling banyak mulai usia remaja, seperti kalian kalian ini. Kenapa? karena remaja adalah sasaran, remaja perokoklah yang nanti akan menjadi konsumen rokok pengganti perokok dewasa dan tua yang sudah meninggal, sehingga iklan rokok dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat remaja, bahkan di beberapa tempat masih banyak pula kegiatan remaja yang disponsori produk rokok.

Saya sudah tahu bahaya merokok, ingin berhenti, tapi kok masih sulit ya?

Hebat lho kamu sudah punya keberanian dan niat berhenti merokok. Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi kamu pasti bisa. Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti merokok, yaitu :

  1. Berhenti Seketika. Hari ini Anda masih merokok, besok Anda berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan orang, cara ini yang paling berhasil.
  2. Berhenti secara bertahap. Mengurangi kecanduan rokok secara bertahap bisa dilakukan dengan menurunkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari sampai akhirnya tidak merokok sama sekali. Di sini kamu harus punya target waktu kapan akan berhenti total dan berkomitmen dengan keputusan yang kamu ambil.

Nah…kalau kamu, cara berhenti merokok yang mana yang paling memungkinkan bisa kamu lakukan?

Berikut tips 8M yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan proses berhenti merokokmu :

  1. Memohon doa
  2. Memiliki niat dan motivasi
  3. Minum air atau juice buah
  4. Membuat sesuatu
  5. Mengunyah sesuatu
  6. Menarik nafas panjang
  7. Menghindari nyala rokok
  8. Melakukan olahraga

Tak bisa dipungkiri, untuk menempuh cara berhenti merokok yang alami dan juga cepat, hanya satu kuncinya, yakni motivasi. Motivasi berhenti merokok harus ada jauh sebelum kamu benar-benar berhenti. Pasalnya alasan inilah yang nanti akan mencegah kamu untuk kembali mengonsumsi rokok.

Buatlah daftar alasan yang bisa mengubah hidupmu ketika kamu mencoba untuk berhenti. Buatlah alasan spesifik ataupun sederhana seperti “aku ingin berhenti merokok agar tak cepat capek ketika main futsal”, dan banyak alasan lain yang tentunya berbeda beda tiap orang.

Jadi tentukan motivasi berhenti merokokmu yang paling kuat dan berpotensi mengubah hidupmu di masa depan. Bila kamu menghadapi kendala, kamu bisa berkonsultasi ke Puskesmas Kecamatan Kembangan, kami sudah menyediakan layanan konseling berhenti merokok lho. Masih takut ke Puskesmas? Ga usah khawatir, kamu bisa konseling dahulu melalui WhatsApp, chat kami yaaaaa melalui WhatsApp Chat ALOGAES.

Upaya memotivasi diri, yuuk tonton Kisah Robby – Penderita Kanker Laring Akibat Merokok, yuuk copy link nya https://www.youtube.com/watch?v=WG-2L3fjCjk

Tetap sehat dan produktif yaa Gaes di tengah Pandemi COVID19 ini, lakukan hal yang menyenangkan dan bermanfaat di rumah. Stay Save, Stay Helthy


WhatsApp-Image-2020-07-10-at-16.51.13-1.jpeg
24/Jul/2020

Hallloooo Gaes,
⁣Pernahkah kalian mengalami sakit gigi di tengah Pandemi COVID19 ini? Baik itu gigi yang berlubang, goyang, dll yg menyebabkan nyeri dan tidak nyaman? Berencana pergi ke dokter gigi tapi takut keluar rumah?⁣

Naah menghadapi permasalahan ini, Puskesmas Kecamatan Kembangan meluncurkan Layanan Teledentistry, ini merupakan Layanan Poli Gigi di Era New Normal yang diluncurkan untuk menjawab pertanyaan pasien seputar keluhan gigi.⁣

Gimanaa caranya konsultasi online ini? Kalian cukup simpan nomor WhatsApp Layanan Teledentistry dan bisa hubungi kami setiap Senin-Jumat, pukul 08.00 – 12.00 WIB.⁣ Ikuti langkah-langkah dan ketentuan Teledentistry ya, semoga layanan ini bisa membantu Anda mendapatkan solusi terbaik dalam menghadapi sakit gigi di tengah Pandemi COVID19.


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

Konten Terbaru

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi