Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

rokok7.jpg
14/Aug/2020

Alo gaes…. Apa Kabar?

Ada kegiatan apa nih di wilayah kalian buat memperingati Hari Kemerdekaan RI? Pastinya udah ga seseru tahun lalu ya, karena DKI Jakarta masih menerapkan PSBB. Ya, karena kasus COVID-19 masih tinggi di Jakarta. Masih bertambah ratusan kasus tiap harinya, sehingga tercatat sampai dengan tanggal 13 Agustus 2020 ada 27.761 kasus positif (sumber : www.coronajakarta.go.id) Artinya virus ini masih mengincar kita kita nih, khususnya yang punya perilaku hidup tidak sehat.

Salah satu perilaku hidup tidak sehat adalah merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik. Menurut Dokter Spesialis Paru sekaligus Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Feni Fitriani Sp.P(K), di dalam tubuh manusia ada reseptor yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel beberapa organ seperti, paru-paru, arteri, jantung, ginjal dan usus. Pada perokok jumlah reseptor ACE2 ini lebih banyak 40 persen hingga 50 persen dibanding yang bukan perokok. Ketika virus SARS Cov-2 penyebab COVID-19 masuk ke dalam saluran pernapasan akan hinggap dan melekat pada ACE2. Makin banyak ACE2 dalam tubuh, makin besar pula virus Corona ini menempel dan masuk dalam tubuh. Penelitian di Wuhan, Tiongkok, menemukan pasien positif dan yang meninggal ternyata lebih banyak adalah perokok berat. Inilah yang menyebabkan perokok itu lebih berisiko tinggi terhadap COVID-19. (sumber : portal berita beritasatu.com).

Selain masalah pandemi, merokok juga dapat menyebabkan penyakit akibat rokok seperti gangguan pernapasan (PPOK, asma), gangguan kardiovaskuler (hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner), kanker, serta gangguan kehamilan dan reproduksi. Alhasil yang menderita penyakit seperti ini harus rutin bolak balik ke fasilitas kesehatan untuk mengendalikan penyakitnya. Repot ya? Tentunya ga cuma keluar biaya kan untuk proses ini, tetapi juga jadi boros waktu, alias jadi kurang produktif, termasuk produktifitas keluarga yang mengantar. Selain itu merokok juga mempengaruhi penampilan estetik seseorang, lho, seperti muka kusam, bibir cenderung hitam, nafas bau, serta karang gigi.

Nah….konsumsi rokok ini selain membahayakan kesehatan diri sendiri, juga dapat merugikan kesehatan orang lain yang bukan perokok lho… Data Riskesdas 2010, menunjukkan bahwa 92 juta warga Indonesia terpapar asap rokok orang lain (AROL), 43 juta diantaranya merupakan anak-anak, termasuk 11,4 juta anak usia 0-4 tahun. Padahal anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Kebayang kan kalau dari anak anak sudah terpapar asap rokok, dewasanya nanti jadi manusia yang sakit sakitan.

Data WHO 2010, Global Report on Non Communicable Disease (NCD) menunjukkan bahwa persentase kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk penyakit akibat rokok, menempati proporsi sebesar 63 %. Setiap 10 kematian, 2 diantaranya diakibatkan oleh rokok. Artinya secara umum perokok 10 tahun lebih dini meninggal dibanding bukan perokok. Ga aneh sih, karena ternyata dalam sebatang rokok, terdapat 200 bahan yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan, 43 diantaranya dapat menyebabkan kanker. Serem kaaaaaaaan…

Situasi konsumsi rokok di Indonesia

Pada tahun 1970 konsumsi rokok di Indonesia berjumlah 30 miliar batang, sedangkan pada tahun 2009 jumlah tersebut meningkat sangat drastis menjadi 260 miliar batang atau meningkat lebih dari 700% dalam kurun waktu 40 tahun, hingga pada tahun 2015 persentase perokok laki-laki usia ≥ 15 tahun mencapai 66% jumlah penduduk (>90 juta orang).

Dan tahukah kamu, ternyata seseorang mulai merokok paling banyak mulai usia remaja, seperti kalian kalian ini. Kenapa? karena remaja adalah sasaran, remaja perokoklah yang nanti akan menjadi konsumen rokok pengganti perokok dewasa dan tua yang sudah meninggal, sehingga iklan rokok dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat remaja, bahkan di beberapa tempat masih banyak pula kegiatan remaja yang disponsori produk rokok.

Saya sudah tahu bahaya merokok, ingin berhenti, tapi kok masih sulit ya?

Hebat lho kamu sudah punya keberanian dan niat berhenti merokok. Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi kamu pasti bisa. Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti merokok, yaitu :

  1. Berhenti Seketika. Hari ini Anda masih merokok, besok Anda berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan orang, cara ini yang paling berhasil.
  2. Berhenti secara bertahap. Mengurangi kecanduan rokok secara bertahap bisa dilakukan dengan menurunkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari sampai akhirnya tidak merokok sama sekali. Di sini kamu harus punya target waktu kapan akan berhenti total dan berkomitmen dengan keputusan yang kamu ambil.

Nah…kalau kamu, cara berhenti merokok yang mana yang paling memungkinkan bisa kamu lakukan?

Berikut tips 8M yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan proses berhenti merokokmu :

  1. Memohon doa
  2. Memiliki niat dan motivasi
  3. Minum air atau juice buah
  4. Membuat sesuatu
  5. Mengunyah sesuatu
  6. Menarik nafas panjang
  7. Menghindari nyala rokok
  8. Melakukan olahraga

Tak bisa dipungkiri, untuk menempuh cara berhenti merokok yang alami dan juga cepat, hanya satu kuncinya, yakni motivasi. Motivasi berhenti merokok harus ada jauh sebelum kamu benar-benar berhenti. Pasalnya alasan inilah yang nanti akan mencegah kamu untuk kembali mengonsumsi rokok.

Buatlah daftar alasan yang bisa mengubah hidupmu ketika kamu mencoba untuk berhenti. Buatlah alasan spesifik ataupun sederhana seperti “aku ingin berhenti merokok agar tak cepat capek ketika main futsal”, dan banyak alasan lain yang tentunya berbeda beda tiap orang.

Jadi tentukan motivasi berhenti merokokmu yang paling kuat dan berpotensi mengubah hidupmu di masa depan. Bila kamu menghadapi kendala, kamu bisa berkonsultasi ke Puskesmas Kecamatan Kembangan, kami sudah menyediakan layanan konseling berhenti merokok lho. Masih takut ke Puskesmas? Ga usah khawatir, kamu bisa konseling dahulu melalui WhatsApp, chat kami yaaaaa melalui WhatsApp Chat ALOGAES.

Upaya memotivasi diri, yuuk tonton Kisah Robby – Penderita Kanker Laring Akibat Merokok, yuuk copy link nya https://www.youtube.com/watch?v=WG-2L3fjCjk

Tetap sehat dan produktif yaa Gaes di tengah Pandemi COVID19 ini, lakukan hal yang menyenangkan dan bermanfaat di rumah. Stay Save, Stay Helthy


ss-1200x803.jpg
08/Jul/2020

Halo gaes….

Ga kerasa ya sudah bulan Juli lagi, itu artinya sudah hampir 4 bulan Indonesia dinyatakan mengalami pandemi virus Corona. Artinya pula sudah hampir 4 bulan ga ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Mulai bosan, mulai jenuh, mulai dialami oleh hampir semua orang.

“Kapan pandemi ini akan berakhir?”, mungkin hal ini yang terbesit di pikiran kita. Sampai detik ini tidak ada yang bisa menjawabnya, karena kasus positif masih ditemukan, bahkan jumlahnya makin banyak. Menunggu vaksin ditemukan? Pastinya butuh waktu yang cukup lama menemukannya. Dan kalaupun sudah ditemukan belum tentu kita bisa menggunakannya secepat itu.

Lantas bagaimana? Bukankah life must go on? Kita harus tetap aktif dan produktif?

Nah…untuk menjawabnya, pada hari Jumat, tanggal 3 Juli 2020  yang lalu, Puskesmas Kecamatan Kembangan mengadakan SPEAK 02 (Seminar, Promosi, dan Edukasi Kesehatan) khusus remaja dengan tema “TETAP HITS DI ERA NEW NORMAL”. Acara ini dilaksanakan secara online melalui Zoom dan streaming Youtube, dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta. Acara ini dimoderatori oleh dr. Irmawati selaku dokter Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan narasumber Narila Mutia Nasir, SKM., MKM., Ph.D, seorang dosen FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga Sekjend IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia).

Kak Tia (panggilan narasumber kita) memaparkan bahwa sejak ditemukannya kasus positif pertama di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 kasus corona positif makin meningkat jumlahnya (data s/d 2 Juli 2020 sebanyak 59.934 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 2.987). Artinya Indonesia masih berada di tengah pandemi. Pandemi yang pada awalnya diperkirakan akan berakhir di awal Juli ini nyatanya belum juga berakhir.

Pemerintah sudah menerapkan beberapa aturan untuk menekan laju penambahan kasus COVID-19 ini. Dari mulai PSBB sampai membatasi aktifitas tertentu seperti belajar, bekerja, dan beribadah di rumah, larangan mudik, dll.

Sekarang kita mulai mendengar istilah new normal, era di mana kita harus bisa beradaptasi dengan tatanan dunia yang baru walaupun sedang mengalami pandemi. Menurut Kak Tia, cara terbaik yaitu dengan melakukan pencegahan. Ada 7 perilaku hidup sehat yang harus jadi kebiasaan agar kita bisa terhindar dari COVID-19 maupun penyakit lainnya.

7 Kebiasaan tersebut adalah :

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dilakukan dengan 6 langkah. Kegiatan ini sangat efektif mencegah penularan karena virus corona memiliki selimut di bagian luar inti virus yang terdiri dari lemak. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun lemak tadi bisa hilang sehingga virus tidak dapat menginfeksi. Hand sanitizer dapat digunakan bila kita sulit menemukan sabun atau air/ bila kita sedang bepergian.

  1. Menggunakan masker

Penularan virus corona ini dapat terjadi bila seseorang yang memiliki virus tersebut di tubuhnya mengeluarkan droplet yang berisi virus saat batuk maupun bersin. Penggunaan masker dapat mencegah masuknya virus tersebut ke tubuh orang lain.

  1. Menjaga jarak 1-2 m

Dengan menerapkan jaga jarak laju infeksi dapat ditena dari 12,8% menjadi 2,6%.

  1. Menerapkan etika batuk dan bersin

Menerapkan etika batuk dan bersin dapat mencegah penularan virus

  1. Mengonsumsi makanan sehat

Makanan dengan gizi seimbang akan membantu meningkatkan imunitas tubuh sehingga virus tidak dapat berkembang di dalam tubuh.

  1. Melakukan olahraga teratur

Olahraga yang teratur dengan intensitas sedang sebanyak 2-3x/minggu dengan selama 30 menit setiap kalinya dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang dapat dilakukan di rumah. Lakukan olahraga dengan bahagia agar tbuh dapat memproduksi hormon endorfin yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

  1. Melakukan disinfektasi

Virus corona dapat bertahan beberapa lama dalam benda mati. Melakukan disinfektasi pada pakaian, peralatan rumah, dan lainnya secara teratur dapat membunuh virus.

7 kebiasaan tersebut harus dilakukan secara rutin setiap hari sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari hari, dan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita bisa melalui pandemi ini jika kita mematuhi semua protokol dan menjalankan 7 kebiasaan tadi secara kompak dan serentak.

Nah gaes… sudah siap semua menghadapi era new normal?

Keep healthy and be Happy


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi