Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

H11.jpg
14/Jan/2021

Halo Gaes…..Apa kabar semua? Tetap sehat dan semangat semua ya menyambut awal hari di tahun yang baru ini, walaupun langit Jakarta lebih sering mendung dan gerimis, tapi hati kita jangan ya….Eeaaa

Yap, di Indonesia, Januari memang dikenal sebagai musimnya penghujan, diawali dari penghujung akhir tahun kemarin dan akan berlanjut beberapa bulan ke depan. Portal berita pun memberitakan beberapa prediksi BMKG terkait hal ini.

Musim penghujan identik dengan meningkatnya kasus beberapa penyakit menular di masyarakat seperti demam berdarah, diare, leptospirosis (penyakit akibat kencing tikus), demam tifoid atau tipes, penyakit kulit, ataupun sekedar batuk pilek musiman.

Naaaah, bulan Desember kemarin, tepatnya tanggal 11 desember 2020 puskesmas di wilayah Kecamatan Kembangan, yaitu Puskesmas Kelurahan Joglo 2 mengadakan acara SERU GAES (Seminar di Rumah Gaya Remaja Sehat) yang bertema “Si Nyamuk Nakal“, membahas tentang Penyakit Demam Berdarah dengan pembicara dr. Sandi dari Layanan Kesehatan Remaja Puskesmas Kelurahan Joglo 2 dan dimoderatori oleh Kak Sarah dari Saka Bhakti Husada Kecamatan Kembangan. Acara ini dilakukan melalui google meet dan diikuti 35 remaja di wilayah Kembangan dan sekitarnya. Berikut ringkasan materinya :

Apa itu Demam Berdarah ?

Demam Berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui  gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue tadi tinggal di perut nyamuk Aedes Aegypti.

Apa Ciri Nyamuk Aedes Aegypti?

  1. Nyamuk ini memiliki belang hitam putih di sekujur tubuhnya.
  2. Aktif menggigit pada pagi (sekitar pukul 09.00-11.00) dan sore hari (sekitar pukul 15.00-18.00)
  3. Bertelur di air yang jernih
  4. Suka tempat tempat lembab, warna warna gelap, dan juga suka bau keringat manusia (waaah… siapa ni yang suka menggantung baju yang habis dipakai di kamar? Hati hati lho….bisa jadi tempat para nyamuk kongkow di situ buat siap siap gigit kamu)
  5. Memiliki kemampuan terbang rata-rata sejauh 40-100 meter
  6. Memiliki siklus hidup 10-12 hari

APA SIH GEJALA SESEORANG TERKENA DEMAM BERDARAH ?

Gejala utamanya tentu saja demam, demam tinggi yang bersifat mendadak selama 2-7 hari, dan dapat disertai gejala lainnya, seperti lemas, mual dan atau muntah, nyeri otot dan sendi, nyeri ulu hati, terkadang muncul pendarahan spontan beruba bercak di kulit, mimisan, atau BAB berdarah.

Demam pada penyakit ini juga memiliki ciri khas, disebut demam pelana kuda. Pada 3 hari pertama pasien akan mengalami demam tinggi, hari ke 4 dan ke 5 demam akan turun bahkan sampai suhu normal, namun di situ lah fase kritis, dan dapat mengancam nyawa. Di hari ke 6 dan ke 7 suhu perlahan naik lagi dan memasuki fase penyembuhan.

Apa yang harus kamu lakukan bila mengalami gejala- gejala tadi?

  1. Minumlah air putih sebanyak mungkin
  2. Berikan kompres air hangat
  3. Gunakan pakaian yang tipis
  4. Istirahat di ruangan dengan ventilasi yang baik
  5. Minum obat penurun panas seperti paracetamol

Kapan harus ke fasilitas kesehatan?

Bawa segera ke Puskesmas/Rumah Sakit bila pasien menunjukkan gejala berikut:

  1. Kurang makan minum/ muntah terus
  2. Keluhan perut sakit terus menerus
  3. Keluar perdarahan (kulit,hidung,mulut)
  4. Kencing berkurang/ kencing 6 jam(-)
  5. Kulit, kaki dingin lembab

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah?

  1. Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) + 4M Plus
  2. Pemberantasan vektor/nyamuk dengan penyemprotan (fogging fokus).
  3. Kunjungan ke rumah-rumah untuk Pemantauan jentik dan pembagian bubuk abate (Abatisasi)

Selain menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD, tetap disiplin terapkan 3M ya (Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir) untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID19.

 


nyamuk_20170827_175725-1.jpg
11/Jul/2019

Sumber atau penulis : Givan Dwi Riyan

Hayo teman-teman siapakah diantara kalian yang pernah sakit demam berdarah atau DBD? Sudah seberapat tahukah kalian tentang penyakit DBD? Yuk simak ulasan lebih lengkapnya ☺

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular dengan tingkat penularan yang cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit. Kasus DBD yang cenderung meningkat mengikuti pola peningkatan dari tahun ke tahun yang merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta termasuk dalam kategori daerah endemis.

Untuk meningkatkan efektifitas program pengendalian secara terpadu, maka perlu dilakukan program pengendalian nyamuk dan jentik nyamuk DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Gerakan 3M dan/ atau Gerakan 3M Plus oleh semua Tatanan Masyarakat.

Bertambahnya jumlah kasus DBD atau penderitanya dapat disebabkan oleh beberapa factor, misalnya jumlah penduduk yang semakin padat, mobilitas penduduk yang tinggi, faktor musim dan penyimpangan pola hujan dan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengantisipasi penularan jentik demam berdarah dengue.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 13 UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyebutkan bahwa salah satu urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi adalah penanganan bidang kesehatan. Pemerintah Daerah merasa perlu melakukan penanganan kasus DBD secara terpadu dan maksimal yang melibatkan tidak hanya unsure Pemerintah Daerah semata, namun juga diperlukan peran serta masyarakat dan pihak swasta.

KASUS DEMAM BERDARAH (DBD)

DKI JAKARTA 2019

Update Data Kasus DBD per 23 Mei 2019

IR / Kasus

Jakarta Timur : 74.37 / 2.185

Jakarta Barat : 68.9 / 1.783

Jakarta Selatan : 67.1 / 1.520

Jakarta Pusat : 42.6 / 396

Jakarta Utara : 35.4 / 643

Kep. Seribu : 8.2 / 2

Data Jumlah kasus DBD Jakarta Barat per bulan

Jan : 252 kasus

Feb : 460 kasus

Mar : 539 kasus

April : 331 kasus

Mei : 201 kasus

Total : 1.783 kasus

Data DBD Per Kecamatan

(IR / Jml)

Kalideres : 138.7 / 553

Cengkareng : 106.1 / 567

Kembangan : 72.8 / 202

Tamansari : 47.2 / 76

Palmerah : 40.4 / 106

Gropet : 35.4 / 95

Tambora : 30.1 / 96

Kebon Jeruk : 23.8 / 88

10 Kelurahan Tertinggi IR DBD :

IR / Jml

1. Pegadungan : 179.7 / 34

2. Tegal Alur : 176.3 / 175

3. Kemb. Utara : 163.1 / 94

4. Cengk. Timur : 158 / 128

5. Kapuk : 140.5 / 253

6.Kalideres : 124.2 / 112

7.Semanan : 112.3 / 91

8. Cengk. Barat : 95.9 / 64

9. Ked. Kali angke : 86.3 / 38

10. Duri Kosambi : 83.0 / 71

Kecamatan dengan Kecepatan IR tertinggi :

( per tgl 7 s.d 23 Mei 2019)

1. Cengkareng : 15.9

2. Kalideres : 15.1

3. Kembangan : 10.1

4. Gropet : 5.2

5. Palmerah : 4.2

6. Keb. Jeruk : 3.5

7. Tamansari : 2.5

8. Tambora : 2.2

Kelurahan dengan Kecepatan IR tertinggi

(per tgl 7 s.d 23 Mei 2019)

1. Cengk. Timur : 27.2

2. Cengk. Barat : 25.5

3. Kalideres : 24.4

4. Kemb. Utara : 22.6

5. Duri Kosambi : 19.9

6. Tegal Alur : 19.1

7. Pegadungan : 14.8

8. Tambora : 14.3

9. Kapuk : 12.8

10. Meruya Selatan: 12.3

Sumber (Sudinkes Jakbar)

Sesuai dengan pasal diatas Demam Berdarah Bukan Semata Mata tugas Tenaga Kesehatan baik Puskesmas Maupun RSUD/RSUK/RS Swasta Lainya. Oleh Karna itu Pencanangan PSN di Wilayah Kelurahan diwajibkan sebagai salah satu upaya menurunkan Penyakit Demam Berdarah di Wilayah yang Rawan Penyebaran berikut.

Sistem Pelaporan Surveilans Berbasis Website untuk Memantau kasus Demam Berdarah Dengue yang muncul di Wilayah Kerja Masing –Masing Kelurahan untuk dapat Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi Penderita Demam Berdarah Dengeu di Wilayah Kerja Masing-Masing dan Tindak Lanjut setelah hasil PE dilakukan kemudian mengedit kembali hasil ke dalam Website Tersebut.

Gambar. Pemantauan & Tindak Lanjut Kasus DBD

Inovasi Puskesmas Kecamatan Kembangan Guna Menurunkan Kasus Demam Berdarah

1.  J U A R A ( JUMANTIK ASISTEN RUMAH TANGGA )

C:\Users\Aditya\Documents\ISRA TM\89bd438f-7090-455b-8d9d-06a8fb8fd84a.jpg Jumantik Asisten Rumah Tangga merupakan Salah Satu Program Ungggulan Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan yang dilakukan Oleh Sanitarian Puskesmas Kembangan Selatan Yaitu : Aulia Yunita.

Program “ JUARA” dilakukan di Wilayah Kembangan Selatan telah dilakukan Sejak Tahun 2018 silam dan Hampir Wilayah Kembangan Selatan yang Kategori Komplek telah dilaksanakan.

Juara sendiri Ialah Program yang mengajak Asisten Rumah Tangga untuk Jadi Juru Pemantau Jentik di Rumahnya. Sasaran Komplek Karna Lingkungan Komplek Sulit dilakukan PSN Oleh Kader dan Terkadang Pemilik Rumah tidak Mengizinkan orang lain masuk.

C:\Users\Aditya\Documents\ISRA TM\1cb4ee9b-7007-4ec4-8b0d-d2fd6667fd20.jpg

2. KAMPANYE WASPADA DEMAM BERDARAH DENGEU (DBD)

WILAYAH KECAMATAN KEMBANGAN

C:\Users\Aditya\Documents\ISRA TM\485a05bb-5a73-4021-accb-9f036d79c2c2.jpg Masih tingginya kejadian DBD khususnya Kembangan Utara dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun ekstrenal seperti pengetahuan, sikap, perilaku masyarakat dalam memahami dan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan rumah dalam pencegahan kejadian DBD terulang kembali. Dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan, diperlukan suatu upaya nyata dengan memberikan edukasi kesehatan dalam bentuk ceramah.

Pendidikan kesehatan seperti ceramah merupakan metode konvensional yang umumnya dilakukan karena praktis, mudah, dan murah (Notoatmodjo, 2005). Petugas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan Melakukan Kampanye Waspada Demam Berdarah di Kecamatan Kembangan guna Mengedukasi Masyarakat terkait bahaya Demam Berdarah dan pentingnya Pemberantasan sarang Nyamuk ( Jumantik Mandiri di Rumah).

Nah menarik kaaan? Siapa hayo yang mau ikut kampanye DBD ini juga?

C:\Users\Aditya\Documents\ISRA TM\4d23860b-99db-4f7f-a9ab-0be1176e9835.jpg
C:\Users\Aditya\Documents\ISRA TM\37b47572-47c9-4e4e-9f92-e4510f4a3c52.jpg

logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi