Mitos dan Fakta COVID-19

May 22, 2020 0
fact-or-myth.jpg

Haiii Gaes, apa kabarnya? Sudah memasuki penghujung bulan Ramadhan nih, masih di tengah Pandemi COVID-19 yang terjadi di hampir seluruh dunia.

Keterbatasan informasi seputar COVID-19 bahkan ketidakakuratan informasi yang beredar akhir-akhir ini tentunya akan menyulitkan setiap orang untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Jika informasi yang tidak akurat tersebut terus beredar di masyarakat, hal ini akan membuat resah bahkan menyulitkan penanganan COVID-19. Masyarakat di seluruh dunia diharapkan hanya mengakses atau memperoleh informasi dari sumber-sumber terpercaya. World Health Organization (WHO) berharap agar mitos maupun informasi keliru yang beredar itu tidak meresahkan masyarakat.

Untuk itu, WHO memberikan berbagai penjelasan dan fakta untuk mematahkan mitos terkait COVID-19 yang beredar di masyarakat. Dari sekian banyak mitos yang beredar, berikut mitos dan fakta seputar COVID-19 :

  1. Mitos : Berjemur dengan suhu di atas 25 derajat Celcius bisa mencegah penyebaran COVID-19

Fakta : Berjemur di cahaya matahari atau dengan suhu di atas 25 derajat Celcius tidak dapat mencegah penyebaran virus COVID-19. Faktanya, negara tropis yang memiliki cuaca panas juga dikabarkan terjangkit COVID-19. Untuk melindungi diri dari bahaya penyebaran adalah dengan rutin mencuci tangan dan hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung

  1. Mitos : Mandi air panas bisa mencegah terkena virus COVID-19

Fakta : Mandi air panas tidak akan mencegah kita terkena virus COVID-19 , karena walaupun kita mandi dengan air panas suhu tubuh akan kembali ke suhu normal

  1. Mitos : Konsumsi minuman herbal seperti temulawak, jahe, serai, kunyit dapat mencegah tertular COVID-19

Fakta : Minuman herbal tersebut tidak dapat mencegah penularan COVID-19, namun bisa membantu tubuh melawan virus COVID-19. Kandungan curcumin didalamnya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

  1. Mitos : Penyemprotan klorin atau alcohol pada kulit dapat membunuh virus dalam tubuh

Fakta : Menyemprotkan klorin atau alkohol ke tubuh dapat membahayakan, terutama jika terkena mata atau mulut. Meskipun Anda dapat menggunakan bahan kimia ini untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi jangan pernah menggunakannya di kulit, karena tidak dapat membuh virus COVID-19 yang ada di dalam tubuh

  1. Mitos : Gejala COVID-19 mudah dikenali

Fakta : COVID-19 menyebabkan berbagai gejala, banyak diantaranya muncul seperti penyakit pernafasan lain, termasuk flu dan pilek. Secara khusus, gejala umum COVID-19 termasuk demam, batuk dan kesulitan bernafas, serta gejala yang lebih jarang, termasuk pusing, mual, muntah dan pilek. Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat berkembang menjadi radang paru-paru yang serius. Namun, pada awalnya orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali

  1. Mitos : Thermal Scanner bisa deteksi virus COVID-19

Fakta : Fungsi dari thermal scanner adalah untuk mendeteksi adanya peningkatan suhu, dan tentu saja alat ini tidak dapat mendeteksi virus COVID-19. Peningkatan suhu yang termasuk demam (38 derajat celcius keatas) adalah salah satu adanya infeksi. Kita tetap harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tes laboratorium untuk mengetahui apakah kita terinfeksi virus COVID-19 atau tidak

  1. Mitos : Menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau perasaan tidak nyaman, tandanya Anda terbebas dari COVID-19 atau penyakit pernapasan sejenis

Fakta : Bisa menahan napas selama 10 detik tidak berarti Anda terbebas dari COVID-19 atau penyakit pernapasan semacamnya. Gejala COVID-19 adalah batuk kering, kelelahan, dan demam. Beberapa orang bahkan bisa merasakan gejala-gejala tambahan lainnya, salah satunya adalah pneumonia. Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit corona atau tidak adalah dengan menjalani tes laboratorium.

  1. Mitos : Antiseptik tangan efektif bisa membunuh virus COVID-19

Fakta : Antiseptik tangan tidak 100% efektif untuk membunuh virus COVID-19. Ketika tangan kotor atau setelah melakukan aktivitas yang bisa menjadi penularan virus sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

  1. Mitos : Covid-19 bisa menyebar lewat gigitan nyamuk

Fakta : Virus ini tidak dapat disebarkan melalui gigitan nyamuk. Virus hanya bisa ditularkan melalui tetesan penderita yang terinfeksi Covid-19.

  1. Mitos : Anak-anak tidak dapat tertular COVID-19

Fakta : Penyakit COVID-19 bisa terjadi pada siapapun tanpa memandang umur. Meskipun kasus COVID-19 yang terjadi pada anak lebih sedikit jika dibandingkan dengan orang dewasa

  1. Mitos : Terinfeksi corona berarti adalah akhir dari hidup Anda

Fakta : Anda bisa sembuh dari COVID-19. Terinfeksi Corona tidak berarti Anda akan membawa virus tersebut sepanjang hidup. Faktanya, banyak orang yang sudah terifeksi COVID-19 bisa pulih dan menghilangkan virus tersebut dari tubuhnya.

Gaes, dengan adanya penjelasan perihal Mitos dan Fakta terkait COVID-19 diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kalian yaa dan dapat diteruskan ke keluarga atau lingkungan terdekat kalian.

Stay Safe yaa Gaes, tetap ikuti peraturan pemerintah untuk tetap #dirumahaja.

Semoga Pandemi COVID-19 ini cepat selesai sehingga kita semua bebas melakukan aktivitas seperti biasa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi