“Gadget”, dibutuhkan tapi bikin parno

December 22, 2020 0
G9-1200x675.jpg

Halo Gaes…. Apa Kabar? Semoga kita semua dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya….

Kalian tau ga, pada tanggal 13 November 2020 kemarin, Puskesmas Kecamatan Kembangan mengadakan seminar secara online tentang gadget. Nama kegiatannya SERU GAES (Seminar di Rumah Gaya Remaja Sehat), dan kali ini acaranya dilaksanakan melalui chat grup WhatsApp. Acara ini dimoderatori oleh Kak Ahda, yang merupakan anggota Saka Bhakti Husada Kecamatan Kembangan, dengan narasumber dr. Irma dari Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Puskesmas Kecamatan Kembangan. Tema yang diangkat juga menarik karena erat banget kaitannya dengan keadaan pandemi sekarang , yaitu “Gadget : dibutuhkan tapi bikin parno”. Pada acara ini kita ngobrol seru sama remaja di Kembangan dan sekitarnya. Remajanya sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan.

Ternyata selain untuk kegiatan sekolah, remaja juga banyak menggunakan gadget untuk kegiatan lainnya seperti mengerjakan tugas, menulis cerita, bermain game, bahkan ada juga yang berjualan online dan membuat laporan penjualannya…. Waah banyak calon pengusaha sukses nih di Kembangan. Kita simak saja ulasannya yuk..

Ngomongin soal gadget, pasti itu ga lepas dari keseharian kita ya, apalagi di masa pandemi seperti ini, makin sering lagi kita berinterkasi melalui gadget.

Sebenarnya patut kita syukuri ya salah satu kemajuan teknologi ini karena banyak membantu dan memudahkan kegiatan kita dalam belajar, bekerja, bermain, bersosialisasi, bahkan berbelanja.

Dan kalau kita bicara gadget, otomatis kita bicara internet. Tahukah kalian apa itu internet?

Internet adalah kumpulan jaringan komputer di seluruh dunia yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman internet semakin mudah diakses serta dengan mudahnya orang – orang terhubung melalui wifi dengan internet. Internet saat ini sudah berada dalam genggaman setiap orang dan tanpa pengecualian bahkan diantara kitapun sudah banyak yang mahir dan terampil menggunakan internet. Benar, bukan?

Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah media sosial. Apakah media sosial itu?

Media sosial adalah sebuah media online yang para penggunanya dapat saling berbagi tulisan, berbagi video, mengungkapkan apa yang dipirkan, dirasakan, membuat pertemanan, dll.

Media sosial menjadi sebuah tempat berinteraksi yang sangat menarik untuk kita. Diantara kita ada yang membutuhkan media sosial untuk berkomunikasi, berbagi foto, berbagi video, sekedar update status, mencari informasi, berjualan, atau bahkan ada pula yang menggunakan media sosial karena tidak mau kalah gaul dengan teman lainnya.

Media sosial kini berkembnag sangat pesat dan beragam, mulai dari facebook, twitter, instagram, path, snapchat, line, youtube, dll. Masing masing media sosial memiliki fungsi tersendiri, dan tidak jarang membuat kita lebih sibuk mengurus media sosial tersebut dibandingkan berinteraksi dengan teman –  teman di dunia nyata.

Selain fungsinya yang melahirkan banyak manfaat ternyata media sosial ada dampak negatifnya juga, lho! Masa sih?

Karen sifatnya yang terbuka dan tanpa batas, media sosial bisa menjadi peluang bagi siapa saja yang mempunyai niat jahat, dan tidak menutup kemungkinan kita menjadi salah satu korbannya. Jadi, apa yang perlu kita lakukan agar terhindar dari dampak negatif di media sosial?

  1. Yap! Jawabannya adalah membuat privasi. Pilih siapa yang boleh berteman dengan kita di media sosial
  • Lihat siapa orangnya, sudah kita kenal atau belum
  • Adakah teman yang kita kenal dalam pertemanan di media sosialnya
  • Baca sekilas postingan yang dia buat, apakah jelas atau mencurigakan
  1. Akun privasi media sosial kita

Apa itu? Privasi adalah segala bentuk yang bersifat pribadi, baik itu informasi, gambar, foto, video, status, dan hal hal lain yang perlu kita perhatikan, siapa saja yang boleh melihat status atau postingan kita? Apakah orang yang tidak kita kenal boleh melihat semua foto dan status kita? Jika kita mau mengatur privasi, ikuti langkah pengaturan / settingan di setiap setiap media sosial

Oya…..Satu lagi yang menarik dari internet, yaitu game. Dunia internet memang menyajikan banyak hal yang menyenangkan, salah satunya adalah games. Namun sayangnya banyak diantara kita yang belum bermain games dengan cerdas. Mengapa games begitu menyenangkan?

  1. Games itu seru
  2. Games itu menantang
  3. Games dapat menghilangkan kebosanan
  4. Di dalam games kita mendapatkan pujian dan pengakuan
  5. Di dalam games kita merasa menjadi hebat

Bagai 2 sisi mata uang, selain bermanfaat penggunaan gadget yang tidak semestinya bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan lho, seperti berikut :

Kesehatan fisik

  1. Insomnia
  2. Sakit punggung, kepala dan leher
  3. Berat badan turun atau berlebih
  4. Kurang terampil aktifitas fisik
  5. Nutrisi buruk karena pola makan tidak teratur
  6. Kurang kebersihan badan
  7. Mata kering dan masalah mata lainnya

Daya Fikir

  1. Menurunnya kemampuan konsentrasi
  2. Menurunnya kemampuan menganalisa
  3. Menghindari kegiatan belajar
  4. Bosan dengan tugas harian

Emosi

  1. Senang berlebihan saat menggunakan gadget
  2. Muncul perasaan cemas, sedih, kesepian, marah, ketika menggunakan gadget/setelahnya
  3. Perubahan perasaan yang ekstrim
  4. Sulit mengelola emosi
  5. Menurunnya rasa keberhargaan diri

Perilaku sosial

  1. Mengamuk, marah, dan berteriak teriak ketika dijauhkan dari gadget
  2. Lupa waktu ketika menggunakannya
  3. Lebih menyukai bermain gadget daripada kegiatan lainnya
  4. Mengalami lebih banyak konflik dnegan teman
  5. Berperilaku lebih agresif/kasar
  6. Menurunnya prestasi di sekolah
  7. Sulit memenuhi rutinitas perawatan diri

Nah dampak lebih seriusnya dari gadget ini bisa bikin kecanduan. Kecanduan gadget berkaitan erat dengan kecanduan internet. Hal ini karena kebanyakan tontonan, permainan (game), atau fitur menarik di gadget yang sering digunakan dapat dengan mudah diakses melalui internet. Istilah untuk kondisi ini adalah nomophobia (no mobile phobia), yang berarti ketakutan untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun gadget dalam bentuk lainnya.

Dalam penegakan diagnosis kecanduan gadget, hanya boleh ditentukan oleh dokter atau psikolog ya, bukan mendiagnosis sendiri.

Namun kalian bisa coba jawab pertanyaan2 berikut untuk mendapat gambaran awal :

  1. Apakah kamu sering merasa tidak nyaman jika gadget tidak bersama kamu?
  2. Apakah kamu merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar?
  3. Apakah kamu sering menggunakan gadget di waktu makan?
  4. Apakah kamu kerap memeriksa status atau unggahan (posting) pada gadget di tengah malam?
  5. Apakah kamu lebih sering berinteraksi dengan gadget daripada dengan orang lain?
  6. Apakah kamu menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?
  7. Apakah kamu lebih sering bermain gadget, padahal kamu tahu bahwa seharusnya kamu bisa melakukan hal lain yang lebih produktif?
  8. Apakah kamu berkencenderungan untuk menggunakan gadget, padahal sedang sibuk dengan tugas sekolah atau pekerjaan?

Jika jawabannya lebih banyak “ya”, ( lebih dari 4 skornya ) dan aktifitas harianmu jadi banyak terganggu akibat penggunaan gadget ini (baik dari keluhan yang kamu rasakan atau dari banyaknya keluhan dari orang 2 sekitarmu) bisa jadi kamu terindikasi mengalami kecanduan gadget, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog ya untuk memastikannya.

Sebenarnya ada beberapa macam jenis kecanduan gadget yang mungkin bisa dialami, seperti gambar berikut :

Namun……baru kecanduan game online saja yang dimasukkan WHO sebagai gangguan mental. Organisasi Kesehatan Dunia PBB atau World Health Organizations (WHO) pada pertengahan 2018 resmi menetapkan Kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya.

Kalau melihat berita seperti ini sangat miris yaaa….

Melihat dampaknya yang seperti itu wajar ya kalau WHO memasukkan kecanduan game ke dalam daftar penyakit gangguan mental.

Jadi…. bagaimana agar penggunaan gadget itu tidak menimbulkan masalah?

Yap 💯 Jawabannya adalah BIJAK MENGGUNAKAN GADGET

Berikut ini adalah tips yang dapat kita terapkan agar bisa lebih bijak dalam menggunakan gadget dan terhindar dari risiko kecanduan:

  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tepikan kendaraan dan berhentilah sejenak jika kamu merasa ada notifikasi penting.
  • Atur dan batasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal dua jam sehari. Jika kegiatan utama kamu mengharuskan kamu untuk menggunakan gadget (seperti PJJ), maka cobalah cari aktifitas lain yang tidak mengunakan gadget setelah kegiatan itu selesai
  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang makan bersama atau saat acara keluarga. Utamakan bentuk komunikasi secara langsung agar kamu dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan tetap menjalin kedekatan.
  • Tentukan area bebas gadget, misalnya tidak menggunakan gadget ketika berada di kamar mandi, dapur, atau kamar tidur.
  • Ganti waktu penggunaan gadget dengan aktivitas yang lebih sehat, misalnya berolahraga atau membaca buku.
  • Jangan bermain gadget ketika akan tidur.

Seru juga ya bahas gadget, kamu sendiri bagaimana? Apakah penggunaan gadgetmu masih dalam tahap wajar? Bila kamu mulai merasakan adanya gangguan yang terkait dengan masalah penggunaan gadgetmu, jangan sungkan untuk menemui tenaga ahli ya, kami di Puskesmas Kecamatan Kembangan siap membantu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

Konten Terbaru

WhatsApp chat
Ka Rami - Kesehatan Jiwa Ka Irma - Kesehatan Remaja Ka Micca - Penyakit Tidak Menular Ka Mira - TB Paru Ka Agnes - HIV Ka Pandji - Perawat Ka Dadang - Perawat Ka Desi - Gizi Ka Ery - Kesehatan Ibu dan Anak Ka Priska - Apoteker Ka Aulia - Kesehatan Mulut dan Gigi Teledentistry - Kesehatan Mulut dan Gigi